Sebastian Vettel, Baby Schumi Si Pembalap Formula 1 Yang Luar Biasa

Sebastian Vettel, Baby Schumi Si Pembalap Formula 1 Yang Luar Biasa

Sebastian Vettel adalah seorang pembalap Formula Satu asal Jerman. Ia pertama kali turun dalam ajang balapan resmi F1 pada GP Turki 2006 ketika ia menjadi pembalap tes hari Jumat untuk tim BMW-Sauber pada usia 19 tahun dan 53 hari. Debut lomba F1 resminya ia mulai di GP AS 2007 juga bersama tim BMW-Sauber. Sejak pertengahan musim 2007 sampai akhir musim 2008 ia bergabung bersama Scuderia Toro Rosso yang kemudian membawanya naik kelas ke tim Red Bull Racing pada 2009. Ia bertahan di RBR sampai akhir musim 2014 untuk kemudian bergabung dengan raksasa Italia Scuderia Ferrari mulai musim 2015.

Sebastian Vettel, Baby Schumi Si Pembalap Formula 1 Yang Luar Biasa
Julukan Vettel adalah Baby Schumi yang disebabkan oleh gaya membalapnya yang mirip dengan Sang Legenda juara dunia F1 7 kali, Michael Schumacher. Vettel sempat menjadi pembalap F1 termuda yang meraih poin pada GP AS 2007 sebelum rekor ini dipecahkan oleh Daniil Kvyat pada musim 2014. Pada 30 September 2007 di Fuji, ia menjadi pembalap F1 termuda yang memimpin lomba. Selanjutnya pada GP Italia 2008 ia mencetak sejarah lain ketika menjadi pembalap F1 termuda yang meraih pole position[3] dan mencetak kemenangan keesokan harinya.[4] Vettel juga menjadi pembalap termuda yang meraih kemenangan untuk dua tim dalam dua tahun berurutan. Pada 14 November 2010 Sebastian Vettel akhirnya tampil sebagai juara dunia F1 termuda dalam sejarah setelah memenangi balapan di Abu Dhabi. Ia menjadi juara dunia dalam usia 23 tahun dan 134 hari dan memecahkan rekor sebelumnya yang dicatat Lewis Hamilton pada musim 2008 dalam usia 23 tahun dan 300 hari. Rekor itu pun semakin ia pertajam dengan menjadi juara dunia F1 ganda termuda dalam sejarah di musim 2011 dalam usia 24 tahun dan 98 hari, memecahkan rekor sebelumnya atas nama Fernando Alonso yang dicatat di musim 2006 dalam usia 25 tahun dan 85 hari.

Karier Formula Satu

  • Vettel memulai debut balap resmi F1 di GP AS 2007 bersama tim BMW Sauber.
  • Vettel diangkat menjadi pembalap cadangan BMW-Sauber sejak GP Turki 2006 menggantikan Robert Kubica yang naik jabatan menjadi pembalap utama menggantikan Jacques Villeneuve yang mengundurkan diri secara tiba-tiba sejak GP Hungaria 2006. Ia lantas menunjukan performa bagus saat babak latihan bebas GP Turki dengan mencetak waktu tercepat saat sesi latihan bebas kedua hari Jumat. Performa bagus Vettel kembali terlihat saat babak latihan bebas di GP Italia 2006 dengan mencatat putaran tercepat di dua sesi latihan bebas hari Jumat. Minggunya, Robert Kubica finis podium di tempat ketiga.
  • Vettel dikontrak menjadi test driver BMW pada musim 2007[20] dan berkompetisi di World Series by Renault, dengan kemenangan pertama di Nurburgring. Namun pada tanggal 14 Juli 2007, ia dipanggil membalap untuk BMW di GP A.S. menyusul kecelakaan yang dialami Robert Kubica minggu sebelumnya di Kanada. Saat itu ia sedang memimpin kejuaraan World Series, dan kursinya terpaksa diambil alih oleh Michael Ammermuller.
  • Sejak debutnya di GP A.S. 2007 bersama BMW-Sauber untuk menggantikan Robert Kubica yang cedera[1][22], Vettel sudah banyak menarik perhatian para pecinta F1. Ia finis di posisi 8 dan meraih satu poin pada balapan debutnya. Selain itu ia juga memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang membalap di ajang F1 dan pembalap F1 termuda yang meraih poin[23] saat itu dalam usia 19 tahun dan 53 hari.
  • Debutnya di Indianapolis Motor Speedway pada tanggal 16 Juli 2007 juga diwarnai dengan denda sebesar 1.000 dolar A.S. karena melanggar kecepatan di pitlane, sekaligus menobatkan ia sebagai pembalap rookie tercepat yang mendapatkan denda. Namun dalam poling MOTY F1 Racing, Vettel kalah oleh “anak super” McLaren, Lewis Hamilton. Beberapa orang dari tim BMW dan Toro Rosso yakin bahwa kemenangan Hamilton semata karena kehebatan mobil McLaren; ada kemungkinan jika seandainya Vettel mendapatkan mobil sama baiknya dengan yang didapatkan Hamilton di McLaren, maka mungkin prestasinya juga tidak akan berbeda jauh dengan yang diraih Hamilton.
  • Tanggal 31 Juli 2007, menjelang GP Prancis, pihak Scuderia Toro Rosso secara mengejutkan memecat Scott Speed dan menggantinya dengan Vettel. Selanjutnya mulai GP Hungaria, Vettel membalap untuk Toro Rosso. Diumumkan pula oleh tim, bahwa Vettel akan tetap bersama STR untuk musim 2008[25], dengan rekan setim juara dunia ChampCar World Series 4 kali berturut-turut, Sebastien Bourdais. Penampilan Vettel di empat balapan awal bersama STR terkesan biasa saja bila dibandingkan dengan rekan setimnya saat itu, Vitantonio Liuzzi, karena ia masih menyesuaikan diri dengan handling mobil STR2. Sampai akhir musim 2007, Vettel dikabarkan mendapat bayaran sebesar 165.000 dollar Amerika Serikat.
  • Sejarah kemudian tercetak di GP Jepang 2007 di sirkuit Fuji. Ia menjadi pembalap F1 termuda yang memimpin balapan. Namun, walaupun sepanjang lomba ia ada di P3, ia gagal naik podium akibat terlibat kecelakaan dengan Mark Webber, dan menurut Webber dan Vettel semua itu diakibatkan oleh manuver Lewis Hamilton yang tiba-tiba saat berada di belakang safety car. Vettel terlihat menangis di garasi setelah kecelakaan tersebut. Namun pada malam harinya setelah balapan, pihak wartawan memergoki ia sedang asyik berjoget di diskotek.
  • Kesalahannya di Jepang dibayar di GP Cina ketika ia finis keempat. Seusai balapan, bos Red Bull Dietrich Mateschitz berujar bahwa Vettel memiliki talenta besar yang akan mengguncang dunia suatu hari nanti. Bahkan mungkin Vettel bisa melebihi apa yang telah diraih Sang Legenda, Michael Schumacher.[30] Di akhir musim, Ron Dennis sempat menawarkan uang besar kepada Mateschitz untuk menjual Vettel kepada McLaren untuk menggantikan Fernando Alonso yang pulang ke Renault. Namun negoisasi tersebut gagal terwujud, dan Vettel tetap bertahan di tim Scuderia Toro Rosso.
  • Tahun 2008, dengan ditemani rookie asal Prancis, Sebastien Bourdais, Vettel kembali tampil menggebrak. Walaupun sempat dua kali gagal finis di empat balapan pertama, Vettel bangkit dengan fantastis di Monaco, dan kemudian Kanada, ketika ia sempat bertarung dengan keras melawan Heikki Kovalainen. Menjelang GP Inggris, diumumkan kepada publik bahwa Vettel akan membalap untuk tim Red Bull Racing mulai musim 2009. Namun, ketika balapan di Silverstone, Vettel malah menyeruduk pembalap yang akan ia gantikan di RBR untuk 2009, David Coulthard. Kemudian di Eropa, Vettel berhasil finis di P6 saat balapan, sementara posisinya ketika kualifikasi juga berada di P6.
  • Puncaknya adalah ketika di Monza, saat ia mampu meraih pole position, dan kemudian mampu menerjemahkannya menjadi sebuah kemenangan pada keesokan harinya. Dengan hasil ini, Vettel menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah yang mampu memenangi balapan F1, mematahkan rekor sebelumnya yang tercetak atas nama Fernando Alonso di GP Hungaria 2003. Usia Vettel saat menjuarai GP Italia adalah 21 tahun dan 74 hari. Seusai balapan, publik Jerman mulai menyamakan penampilan Vettel dengan Schumi, yang kemudian melahirkan julukan “Baby Schumi” untuk Vettel.
  • Di Brazil, ia nyaris saja menjadi pahlawan bagi warga Sao Paulo dan tim Ferrari saat berhasil menyalip Lewis Hamilton yang ada di P5, sampai kemudian Timo Glock yang ada di P4 melambat dan menyebabkan Vettel dan Hamilton mampu menyalipnya, sekaligus mengamankan gelar juara dunia untuk Hamilton.
  • Vettel di GP Inggris 2009, kemenangan ketiganya, dan juga kemenangan pertamanya dalam balapan kondisi kering.
  • Penampilan Vettel di tim RBR terbilang cukup baik di musim 2009. Di Australia ia nyaris finis di P3, andaikan saja tidak salah dalam menyalip Robert Kubica yang berada di P2, yang kemudian berakibat kecelakaan bagi keduanya. Sesudah balapan, Vettel lantas mendatangi Mario Theissen, meminta maaf atas kejadian tersebut. Pada balapan berikutnya di Malaysia, Vettel gagal meraih angka karena terpelintir saat hujan lebat.[37][38]Sejarah lain tercatat di GP Cina, setelah mampu meraih pole position, Vettel lantas memimpin Mark Webber di posisi 1-2 untuk mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim Red Bull Racing.[39]
  • Di GP Bahrain, Vettel start di P3 dan kemudian finis di P2 saat lomba. Di Spanyol ia mampu berada di P2 saat kualifikasi, tetapi saat lomba ia turun ke P4 akibat salah strategi. Vettel lantas memenangi GP Inggris setelah merebut pole sehari sebelumnya. Di Jerman ia menjadi bagian tim saat mengawal Mark Webber meraih kemenangan pertamanya di ajang F1. Kemudian di Belgia ia berhasil finis di P3, setelah sebelumnya di Hungaria ia gagal finis gara-gara disundul Kimi Raikkonen.[42] Namun di Monza Vettel hanya mampu finis di P8, itupun karena terbantu kecelakaan Lewis Hamilton satu putaran sebelum finis. Berlanjut ke Singapura, Vettel berhasil tampil bagus saat kualifikasi dan sempat membayangi Lewis Hamilton. Sayang gara-gara melindas garis putih jalur keluar pitlane, Vettel terkena hukuman, dan akibatnya ia hanya mampu finis di P4. Kesalahannya ia bayar saat GP Jepang, ketika secara spektakuler ia mampu memenangi lomba dari posisi pole, sekaligus mengantarkannya menjadi salah satu penantang gelar juara dunia musim 2009. Namun impiannya untuk bisa menjadi juara dunia 2009 pupus setelah di GP Brazil ia terjebak di P16 saat kualifikasi dan hanya mampu finis P4 saat balapan, pada saat saingan utamanya, Jenson Button, hanya finis di P5. Pada balapan terakhir F1 musim 2009 di Abu Dhabi, Sebastian Vettel akhirnya memastikan posisi runner-up dunia dengan memenangi balapan di negara Uni Emirat Arab tersebut.

Juara dunia termuda

  • Vettel di GP Bahrain 2010.. Musim 2010 Vettel melanjutkan musim bagusnya bersama tim Red Bull Racing. Ia meraih dua kali pole position di Bahrain dan Australia namun gagal memenangi kedua balapan tersebut. Di Malaysia Vettel akhirnya mampu meraih kemenangan pertamanya di musim 2010 walaupun saat kualifikasi ia hanya mampu meraih posisi start kedua. Di GP Cina, Vettel kembali lagi meraih pole position, tetapi strategi perjudian memakai ban intermediate akhirnya memupuskan harapan Vettel menjuarai balapan, dan ia harus puas finish doi P6. Vettel kemudian berhasil finish podium kembali setelah berada di P3 di GP Spanyol setelah sebelumnya Lewis Hamilton mengalami kempes ban satu lap sebelum balapan usai.. Di Monaco, setelah berhasil menyalip Robert Kubica saat start, Vettel mengamankan posisi kedua di belakang Mark Webber yang menjuarai balapan. Namun kesalahan fatal ia perlihatkan di Turki ketika akan mencoba menyalip Webber yangs sedang memimpin yang malah menyebabkan keduanya saling senggol dan keluar dari arena. Setelah hanya mampu finish P4 di Kanada, Vettel kembali bangkit dengan memenangi balapan di Valencia secara dominan, yang kemudian dilanjutkan dengan raihan podium ketiga sebanyak dua kali di Jerman dan Hungaria. Di Belgia, kembali lagi Vettel melakukan kesalahan fatal saat akan mencoba menyalip Jenson Button, yang menyebabkan Button tersingkir dari arena namun Vettel masih bisa lanjut walaupun akhirnya hanya mampu finish di P15. Kemudian setelah gagal di Korsel, Vettel berhasil memenangi balapan di Jepang dan Brasil. Sebastian Vettel akhirnya berhasil menjadi juara dunia F1 2010 setelah menang di Abu Dhabi di mana saingan beratnya Fernando Alonso dan Mark Webber hanya finish di P7 dan P8.[43][44] Sebastian Vettel sendiri kemudian mencatatkan sejarah sebagai juara dunia F1 termuda dalam sejarah dalam usia 23 tahun dan 134 hari. Ia memecahkan rekor Lewis Hamilton yang sempat menjadi juara dunia F1 termuda di musim 2008 dalam usia 23 tahun dan 300 hari.
  • Musim 2011 Vettel melanjutkan penampilan apiknya dengan memenangi dua balapan pembuka musim di Australia[45] dan Malaysia.[46] Namun di Cina Vettel harus puas finish P2 usai bannya kehilangan grip di akhir lomba yang menyebabkan ia tersalip oleh Lewis Hamilton. Vettel kemudian berhasil menyapu tiga kemenangan beruntun di Turki, Spanyol dan Monako sebelum ia berhasil di kalahkan Jenson Button di Kanada. Vettel pun kembali ke jalur kemenangan di Eropa yang disusul oleh “krisis kemenangan” selama tiga seri berturut-turut dan kembali berhasil memenangi lomba di Belgia. Lewat kemenangannya di Belgia, Vettel berhasil melewati catatan poinnya di musim 2010 (256 poin) dengan 259 poin. Ia pun kembali menang di Italia yang juga menjadi kemenangan perdana mesin Renault sejak tahun 1995 dan di Singapura. Vettel pun resmi menjadi juara dunia ganda termuda dalam sejarah F1 setelah ia finish di P3 di Jepang. Dominasi Vettel kembali ia perlihatkan di India saat ia mencetak grand chelem perdananya di ajang F1. Vettel juga berhasil menyamai rekor pole position terbanyak dalam satu musim milik Nigel Mansell yaitu 14 kali yang berhasil ia peroleh di Abu Dhabi. Ironisnya saat balapan Vettel harus tersingkir di lap pertama setelah ia mengalami masalah teknis pada suspensi belakangnya. Sementara itu di balapan terakhir musim 2011 di Brasil, Vettel hanya finis kedua setelah menjalankan strategi team order halus dengan alasan masalah girboks untuk membantu rekan setimnya sendiri yaitu Mark Webber memenangi lomba.

Mendominasi balapan

  • Vettel mengawali musim 2012 dengan finis kedua di Australia. Di Malaysia Vettel start kelima dan bertahan di posisi empat saat hujan turun sepanjang balapan. Mendekati akhir balapan ia bersenggolan dengan Narain Karthikeyan dan terpaksa harus puas finis di P11. Usai lomba kedua pembalap ini saling beradu mulut. Vettel menyebut Karthikeyan sebagai “ketimun”[48], sementara Karthikeyan menyebut Vettel sebagai “bayi cengeng”.[49] Di Cina Vettel start di luar posisi 10 besar. Saat balapan ia sempat berada di P2 sebelum akhirnya finis di P5 akibat salah strategi ban. Vettel berhasil meraih kemenangan pertamanya di musim 2012 di Bahrain. Pada balapan selanjutnya di Spanyol, Vettel hanya mampu finis P6 usai start dari P7 setelah memutuskan tidak mengikuti sesi kualifikasi. Setelah hanya finis keempat di Monako, Vettel bangkit dan meraih pole di Kanada. Tetapi saat lomba berjalan Vettel hanya finis keempat usai bannya melepuh di akhir lomba dan terpaksa masuk pitstop tambahan yang sebenarnya tidak direncanakan. Di Eropa, Vettel kembali meraih pole position namun sialnya saat lomba ia gagal finis usai alternator mesinnya rusak. Vettel dengan cepat bangkit dan finis ketiga di Inggris. Di balapan berikutnya di Jerman, Vettel berhasil tampil apik dengan menempel Fernando Alonso sepanjang balapan. Nasib nahas mendatanginya ketika ia bertarung melawan Jenson Button saat memperebutkan posisi kedua. Tidak lama usai finis, pengawas lomba kemudian menghukum Vettel dengan menurunkannya ke posisi lima. Usai finis keempat di Hongaria, Vettel harus tersingkir di Italia saat alternator mobilnya bermasalah. Vettel berhasil mencetak empat kemenangan beruntun di Singapura, Jepang, Korea dan India. Usai finis kedua di AS dan finis keenam di Brasil, Vettel berhasil meraih gelar juara dunia untuk ketiga kalinya sekaligus yang termuda dalam sejarah F1 memecahkan rekor sebelumnya atas nama Ayrton Senna.
  • Musim 2013 diawali Vettel dengan meraih pole position di Australia sebelum kemudian ia harus puas finis di posisi tiga.[50] Di Malaysia ia memenangi lomba setelah melakukan manuver kontroversi menyalip rekan setimnya, Mark Webber, sekalipun tim Red Bull sudah memperingatkan Vettel agar tidak menyalip Webber. Usai finis di posisi empat di China, Vettel bangkit dan memenangi lomba di Bahrain sebelum akhirnya finis di posisi empat di Spanyol. Pada GP Monako Vettel finis kedua di belakang pembalap Mercedes Nico Rosberg yang ia sebut sebagai “bis silver besar”. Usai memenangi lomba di Kanada, Vettel tersingkir di Inggris karena masalah teknis. Vettel kemudian memenangi balapan di kandang sendiri di Jerman dan finis ketiga di balapan yang cukup panas di Hongaria. Selanjutnya ia mencatat 9 kemenangan beruntun di sisa 9 lomba dari mulai Belgia sampai dengan Brasil. Vettel sendiri mengunci gelar 2013 di India.

Musim keterpurukan

  • Perubahan aturan FIA membuat setiap pembalap diperbolehkan untuk memilih nomor mobil yang mereka inginkan pada musim 2014. Sebastian Vettel memilih nomor permanen #5 tetapi karena ia merupakan juara dunia musim 2013 maka Vettel tetap memakai nomor #1 di mobilnya. Pada musim 2014 ini juga Vettel ditemani rekan setim baru yaitu Daniel Ricciardo yang naik kelas dari tim STR.
  • Untuk pertama kalinya dalam lima musim sejak 2009, Vettel alami beragam masalah yang membuatnya terpuruk sepanjang musim 2014 berjalan di antaranya adalah masalah software mobil di lomba pembuka di Australia yang membuatnya harus menepi ketika lomba baru berjalan tiga lap.
  •  Selanjutnya masalah yang mirip menghinggapi Vettel di Monako, Austria, Inggris dan Hongaria. Kejutan terjadi di sesi kualifikasi GP Rusia karena untuk pertama kalinya dalam sejarah karier Vettel ia dikalahkan oleh rekan setimnya sendiri. Vettel mengaku ia tidak bisa berbuat banyak selama musim 2014 karena mobil RB10-nya tidak sesuai dengan gaya balapannya. Vettel gagal memenangi lomba sementara Ricciardo sukses mencuri tiga kemenangan selama musim 2014 berjalan.
  • Pada tanggal 4 Oktober 2014 jelang berlangsungnya GP Jepang, Vettel umumkan pengunduran diri dari tim Red Bull. Bos tim Christian Horner mengindikasikan Vettel mundur dari Red Bull untuk mencari tantangan baru sekaligus mewujudkan impian masa kecil yaitu bergabung dengan Scuderia Ferrari.

Tim dan semangat baru

  • Scuderia Ferrari umumkan kedatangan Sebastian Vettel pada 20 November 2014. Bagi Vettel bergabungnya ia ke Ferrari dianggap sebagai perwujudan mimpi masa kecil karena ketika ia masih anak-anak ia melihat dominasi sang idola yaitu Michael Schumacher yang berjaya bersama Ferrari. Rekan setim Vettel untuk musim 2015 adalah Kimi Raikkonen.
  • Debut Vettel bersama Ferrari dimulai di Australia dengan keberhasilannya finis di posisi tiga. Di lomba selanjutnya di Malaysia, Vettel membuat kejutan dengan berhasil memenangi lomba melalui strategi pit yang baik disusul kemudian dengan raihan podium ketiga lainnya di China. Di Bahrain Vettel finis kelima usai alami masalah dengan bagian depan mobilnya. Vettel bangkit lagi di Spanyol dan Monako melalui dua raihan podium beruntun, disusul kemudian podium lainnya di Inggris. Kemenangan kedua Vettel di musim 2015 diraih di Hongaria melalui aksi start menawan di awal lomba. Di Belgia Vettel hanya mampu finis ke-12 usai bannya pecah beberapa lap jelang lomba berakhir saat ia berada di posisi ke-3. Di Italia yang menjadi lomba GP Italia perdananya untuk Ferrari, Vettel finis di posisi kedua dan mendapatkan sambutan hangat dari tifosi yang sebelumnya membencinya ketika ia masih membela tim Red Bull. Kemenangan Vettel yang ketiga diraih di Singapura dari posisi pole. Sepanjang 2015, Vettel hanya satu kali gagal finis yaitu di Meksiko. Vettel akhiri musim 2015 dengan berada di posisi tiga klasemen akhir.

Kontroversi

  • Sebastian Vettel terkenal sebagai salah satu pembalap yang agresif, tetapi terkadang dirinya sering kali kurang perhitungan dan ceroboh terutama saat akan menyalip lawannya. Beberapa kejadian yang melibatkan Vettel selama kariernya di F1 antara lain:
  • 2007 Fuji Television Japanese Grand Prix (Fuji Speedway):
  • Ini adalah insiden besar pertama Vettel yang ia dapatkan pada tahun debutnya. Saat itu Vettel bermaksud akan menyalip calon rekan setimnya Mark Webber. Baik Webber dan Vettel saat itu berada di P2 dan P3, di belakang Lewis Hamilton yang sedang memimpin lomba dan trek dalam keadaan basah dengan safety car. Di lap 45 secara tiba-tiba Vettel menyeruduk bagian belakang dari mobil Red Bull Mark Webber, menyebabkan Webber tersingkir secara instan dan Vettel kehilangan suspensi depannya.[56]Vettel lantas kembali ke pit dengan harapan bisa memperbaiki mobil, namun sayangnya kondisi mobilnya sudah terlalu parah. Vettel kemudian tertangkap kamera menangis usai kejadian tersebut. Sementara itu Webber menyalahkan Vettel sebagai “pembalap pendatang yang belum mengerti seni balapan”.2010 Turkish Grand Prix (Istanbul Park):
  • Duet Red Bull berhasil memimpin lomba 1-2 secara meyakinkan di balapan kali ini dengan Mark Webber di P1 dan Vettel di P2. Lap 40 Vettel yang lebih cepat ketimbang Webber bermaksud untuk menyalip rekan setimnya tersebut di tikungan keduabelas. Sayangnya Vettel salah perhitungan dan ia menyenggol ban belakang Webber. Vettel kemudian kehilangan suspensi depannya dan langsung tersingkir di TKP, sementara Webber berhasil melanjutkan lomba dan masih sanggup finish P3 di belakang duet McLaren. Sesaat setelah tersingkir, Vettel menyebutkan Webber sebagai pembalap yang ceroboh. Usai lomba Webber balik menyerang Vettel sebagai pembalap yang kurang teliti.[57] Bos Red Bull, Hermut Marko kemudian mempertemukan keduanya sepekan kemudian untuk memperbaiki hubungan antar keduanya sebagai sesama rekan setim. Ia menambahkan bahwa seharusnya Vettel lebih bersabar sedikit karena tujuan tim di GP Turki sebenarnya adalah mengamankan posisi 1-2 sampai finish tanpa perlu saling bertarung antar rekan setim.[58]2010 Belgian Grand Prix (Spa-Francorchamps):
  • Lomba kali ini berlangsung dalam kondisi basah setelah diguyur hujan, dengan lomba yang dipimpin oleh Lewis Hamilton. Rekan setim Hamilton, Jenson Button berada di P2 dan di belakangnya menguntit Sebastian Vettel. Pada lap 16, Vettel yang mencari celah untuk menyalip Button tiba-tiba melintir dan ia menghantam bagian radiator mobil Button, menyebabkan Button tersingkir sementara Vettel masih bisa lanjut lomba dan finish di P15. Usai lomba Martin Whitmarsh menyatakan Vettel sebagai pembalap bocah karena terlalu tergesa-gesa untuk menyalip. Sementara itu dari kubu Red Bull, Vettel menyatakan bahwa Button sengaja menghalang-halanginya untuk menyalip dengan maksud untuk memperlebar jarak bagi Lewis Hamilton. Christian Horner kemudian mendukung pendapat Vettel dengan memberikan kesaksian bahwa setiap lapnya, Vettel kehilangan waktu 1,4 detik karena tertahan Button.[59]2013 Malaysia Grand Prix (Sirkuit Sepang):
  • Vettel memenangi lomba dengan cara menyalip rekan setimnya sendiri Mark Webber sekalipun tim Red Bull memperingatkan agar Vettel mematuhi team order untuk tidak menyalip Webber. Usai disalip Vettel, Webber menunjukan kemarahannya dengan menunjukan jari tengah kepada Vettel. Dengan santai Vettel berujar bahwa hasil di Malaysia adalah pembalasan atas apa yang dilakukan Mark Webber di [[Grand Prix F1 Brasil 2012|dua lomba sebelumnya dan merasa bahwa Webber tidak layak jika menang di Malaysia. Vettel kemudian meminta maaf kepada tim atas ulahnya tetapi ia tidak meminta maaf kepada Mark Webber.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s