Rekor Luar Biasa Sebastian Vettel, Pembalap Formula 1

Rekor Luar Biasa Sebastian Vettel, Pembalap Formula 1

Sebastian Vettel adalah seorang pembalap Formula Satu asal Jerman. Ia pertama kali turun dalam ajang balapan resmi F1 pada GP Turki 2006 ketika ia menjadi pembalap tes hari Jumat untuk tim BMW-Sauber pada usia 19 tahun dan 53 hari. Debut lomba F1 resminya ia mulai di GP AS 2007 juga bersama tim BMW-Sauber. Sejak pertengahan musim 2007 sampai akhir musim 2008 ia bergabung bersama Scuderia Toro Rosso yang kemudian membawanya naik kelas ke tim Red Bull Racing pada 2009. Ia bertahan di RBR sampai akhir musim 2014 untuk kemudian bergabung dengan raksasa Italia Scuderia Ferrari mulai musim 2015.

Prestasi Luarbiasa Sebastian Vettel , Pembalap Formula 1

Sebastian Vettel, Baby Schumi Si Pembalap Formula 1 Yang Luar Biasa
Julukan Vettel adalah Baby Schumi yang disebabkan oleh gaya membalapnya yang mirip dengan Sang Legenda juara dunia F1 7 kali, Michael Schumacher. Vettel sempat menjadi pembalap F1 termuda yang meraih poin pada GP AS 2007 sebelum rekor ini dipecahkan oleh Daniil Kvyat pada musim 2014. Pada 30 September 2007 di Fuji, ia menjadi pembalap F1 termuda yang memimpin lomba. Selanjutnya pada GP Italia 2008 ia mencetak sejarah lain ketika menjadi pembalap F1 termuda yang meraih pole position[3] dan mencetak kemenangan keesokan harinya.[4] Vettel juga menjadi pembalap termuda yang meraih kemenangan untuk dua tim dalam dua tahun berurutan. Pada 14 November 2010 Sebastian Vettel akhirnya tampil sebagai juara dunia F1 termuda dalam sejarah setelah memenangi balapan di Abu Dhabi. Ia menjadi juara dunia dalam usia 23 tahun dan 134 hari dan memecahkan rekor sebelumnya yang dicatat Lewis Hamilton pada musim 2008 dalam usia 23 tahun dan 300 hari. Rekor itu pun semakin ia pertajam dengan menjadi juara dunia F1 ganda termuda dalam sejarah di musim 2011 dalam usia 24 tahun dan 98 hari, memecahkan rekor sebelumnya atas nama Fernando Alonso yang dicatat di musim 2006 dalam usia 25 tahun dan 85 hari.

Karier Formula Satu

  • Vettel memulai debut balap resmi F1 di GP AS 2007 bersama tim BMW Sauber.
  • Vettel diangkat menjadi pembalap cadangan BMW-Sauber sejak GP Turki 2006 menggantikan Robert Kubica yang naik jabatan menjadi pembalap utama menggantikan Jacques Villeneuve yang mengundurkan diri secara tiba-tiba sejak GP Hungaria 2006. Ia lantas menunjukan performa bagus saat babak latihan bebas GP Turki dengan mencetak waktu tercepat saat sesi latihan bebas kedua hari Jumat. Performa bagus Vettel kembali terlihat saat babak latihan bebas di GP Italia 2006 dengan mencatat putaran tercepat di dua sesi latihan bebas hari Jumat. Minggunya, Robert Kubica finis podium di tempat ketiga.
  • Vettel dikontrak menjadi test driver BMW pada musim 2007[20] dan berkompetisi di World Series by Renault, dengan kemenangan pertama di Nurburgring. Namun pada tanggal 14 Juli 2007, ia dipanggil membalap untuk BMW di GP A.S. menyusul kecelakaan yang dialami Robert Kubica minggu sebelumnya di Kanada. Saat itu ia sedang memimpin kejuaraan World Series, dan kursinya terpaksa diambil alih oleh Michael Ammermuller.
  • Sejak debutnya di GP A.S. 2007 bersama BMW-Sauber untuk menggantikan Robert Kubica yang cedera[1][22], Vettel sudah banyak menarik perhatian para pecinta F1. Ia finis di posisi 8 dan meraih satu poin pada balapan debutnya. Selain itu ia juga memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang membalap di ajang F1 dan pembalap F1 termuda yang meraih poin[23] saat itu dalam usia 19 tahun dan 53 hari.
  • Debutnya di Indianapolis Motor Speedway pada tanggal 16 Juli 2007 juga diwarnai dengan denda sebesar 1.000 dolar A.S. karena melanggar kecepatan di pitlane, sekaligus menobatkan ia sebagai pembalap rookie tercepat yang mendapatkan denda. Namun dalam poling MOTY F1 Racing, Vettel kalah oleh “anak super” McLaren, Lewis Hamilton. Beberapa orang dari tim BMW dan Toro Rosso yakin bahwa kemenangan Hamilton semata karena kehebatan mobil McLaren; ada kemungkinan jika seandainya Vettel mendapatkan mobil sama baiknya dengan yang didapatkan Hamilton di McLaren, maka mungkin prestasinya juga tidak akan berbeda jauh dengan yang diraih Hamilton.
  • Tanggal 31 Juli 2007, menjelang GP Prancis, pihak Scuderia Toro Rosso secara mengejutkan memecat Scott Speed dan menggantinya dengan Vettel. Selanjutnya mulai GP Hungaria, Vettel membalap untuk Toro Rosso. Diumumkan pula oleh tim, bahwa Vettel akan tetap bersama STR untuk musim 2008[25], dengan rekan setim juara dunia ChampCar World Series 4 kali berturut-turut, Sebastien Bourdais. Penampilan Vettel di empat balapan awal bersama STR terkesan biasa saja bila dibandingkan dengan rekan setimnya saat itu, Vitantonio Liuzzi, karena ia masih menyesuaikan diri dengan handling mobil STR2. Sampai akhir musim 2007, Vettel dikabarkan mendapat bayaran sebesar 165.000 dollar Amerika Serikat.
  • Sejarah kemudian tercetak di GP Jepang 2007 di sirkuit Fuji. Ia menjadi pembalap F1 termuda yang memimpin balapan. Namun, walaupun sepanjang lomba ia ada di P3, ia gagal naik podium akibat terlibat kecelakaan dengan Mark Webber, dan menurut Webber dan Vettel semua itu diakibatkan oleh manuver Lewis Hamilton yang tiba-tiba saat berada di belakang safety car. Vettel terlihat menangis di garasi setelah kecelakaan tersebut. Namun pada malam harinya setelah balapan, pihak wartawan memergoki ia sedang asyik berjoget di diskotek.
  • Kesalahannya di Jepang dibayar di GP Cina ketika ia finis keempat. Seusai balapan, bos Red Bull Dietrich Mateschitz berujar bahwa Vettel memiliki talenta besar yang akan mengguncang dunia suatu hari nanti. Bahkan mungkin Vettel bisa melebihi apa yang telah diraih Sang Legenda, Michael Schumacher.[30] Di akhir musim, Ron Dennis sempat menawarkan uang besar kepada Mateschitz untuk menjual Vettel kepada McLaren untuk menggantikan Fernando Alonso yang pulang ke Renault. Namun negoisasi tersebut gagal terwujud, dan Vettel tetap bertahan di tim Scuderia Toro Rosso.
  • Tahun 2008, dengan ditemani rookie asal Prancis, Sebastien Bourdais, Vettel kembali tampil menggebrak. Walaupun sempat dua kali gagal finis di empat balapan pertama, Vettel bangkit dengan fantastis di Monaco, dan kemudian Kanada, ketika ia sempat bertarung dengan keras melawan Heikki Kovalainen. Menjelang GP Inggris, diumumkan kepada publik bahwa Vettel akan membalap untuk tim Red Bull Racing mulai musim 2009. Namun, ketika balapan di Silverstone, Vettel malah menyeruduk pembalap yang akan ia gantikan di RBR untuk 2009, David Coulthard. Kemudian di Eropa, Vettel berhasil finis di P6 saat balapan, sementara posisinya ketika kualifikasi juga berada di P6.
  • Puncaknya adalah ketika di Monza, saat ia mampu meraih pole position, dan kemudian mampu menerjemahkannya menjadi sebuah kemenangan pada keesokan harinya. Dengan hasil ini, Vettel menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah yang mampu memenangi balapan F1, mematahkan rekor sebelumnya yang tercetak atas nama Fernando Alonso di GP Hungaria 2003. Usia Vettel saat menjuarai GP Italia adalah 21 tahun dan 74 hari. Seusai balapan, publik Jerman mulai menyamakan penampilan Vettel dengan Schumi, yang kemudian melahirkan julukan “Baby Schumi” untuk Vettel.
  • Di Brazil, ia nyaris saja menjadi pahlawan bagi warga Sao Paulo dan tim Ferrari saat berhasil menyalip Lewis Hamilton yang ada di P5, sampai kemudian Timo Glock yang ada di P4 melambat dan menyebabkan Vettel dan Hamilton mampu menyalipnya, sekaligus mengamankan gelar juara dunia untuk Hamilton.
  • Vettel di GP Inggris 2009, kemenangan ketiganya, dan juga kemenangan pertamanya dalam balapan kondisi kering.
  • Penampilan Vettel di tim RBR terbilang cukup baik di musim 2009. Di Australia ia nyaris finis di P3, andaikan saja tidak salah dalam menyalip Robert Kubica yang berada di P2, yang kemudian berakibat kecelakaan bagi keduanya. Sesudah balapan, Vettel lantas mendatangi Mario Theissen, meminta maaf atas kejadian tersebut. Pada balapan berikutnya di Malaysia, Vettel gagal meraih angka karena terpelintir saat hujan lebat.[37][38]Sejarah lain tercatat di GP Cina, setelah mampu meraih pole position, Vettel lantas memimpin Mark Webber di posisi 1-2 untuk mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim Red Bull Racing.[39]
  • Di GP Bahrain, Vettel start di P3 dan kemudian finis di P2 saat lomba. Di Spanyol ia mampu berada di P2 saat kualifikasi, tetapi saat lomba ia turun ke P4 akibat salah strategi. Vettel lantas memenangi GP Inggris setelah merebut pole sehari sebelumnya. Di Jerman ia menjadi bagian tim saat mengawal Mark Webber meraih kemenangan pertamanya di ajang F1. Kemudian di Belgia ia berhasil finis di P3, setelah sebelumnya di Hungaria ia gagal finis gara-gara disundul Kimi Raikkonen.[42] Namun di Monza Vettel hanya mampu finis di P8, itupun karena terbantu kecelakaan Lewis Hamilton satu putaran sebelum finis. Berlanjut ke Singapura, Vettel berhasil tampil bagus saat kualifikasi dan sempat membayangi Lewis Hamilton. Sayang gara-gara melindas garis putih jalur keluar pitlane, Vettel terkena hukuman, dan akibatnya ia hanya mampu finis di P4. Kesalahannya ia bayar saat GP Jepang, ketika secara spektakuler ia mampu memenangi lomba dari posisi pole, sekaligus mengantarkannya menjadi salah satu penantang gelar juara dunia musim 2009. Namun impiannya untuk bisa menjadi juara dunia 2009 pupus setelah di GP Brazil ia terjebak di P16 saat kualifikasi dan hanya mampu finis P4 saat balapan, pada saat saingan utamanya, Jenson Button, hanya finis di P5. Pada balapan terakhir F1 musim 2009 di Abu Dhabi, Sebastian Vettel akhirnya memastikan posisi runner-up dunia dengan memenangi balapan di negara Uni Emirat Arab tersebut.

Prestasi Luar Biasa dari Musim ke musimSunting

Musim Seri Tim Balapan Menang Pole F/Lap Podium Poin Klasemen
2003 Formula BMW Eifelland Racing 19 5 5 4 12 216 ke-2
2004 Formula BMW ADAC Berlin-Brandenburg 20 18 14 13 20 387 Juara
2005 Formula 3 Euro Series ASL Mücke Motorsport 20 0 0 1 5 57 Ke-5
Masters of Formula 3 1 0 0 0 0 N/A Ke-11
Formula 3 Spanyol Racing Engineering 1 0 0 0 1 8 Ke-15
Grand Prix Makau ASM F3 1 0 0 0 1 N/A ke-3
2006 Formula 3 Euro Series ASM Formule 3 20 4 1 5 9 75 ke-2
Grand Prix Makau 1 0 0 0 0 N/A Ke-23
Formula Renault 3.5 Carlin Motorsport 3 1 1 0 2 28 Ke-15
Masters of Formula 3 ASL Mücke Motorsport 1 0 0 0 0 N/A Ke-6
2007 Formula Renault 3.5 Carlin Motorsport 7 1 1 1 4 74 Ke-5
Formula Satu BMW Sauber F1 Team 1 0 0 0 0 6 Ke-14
Scuderia Toro Rosso 7 0 0 0 0
2008 Formula Satu Scuderia Toro Rosso 18 1 1 0 1 35 Ke-8
2009 Formula Satu Red Bull Racing 17 4 4 3 8 84 ke-2
2010 Formula Satu Red Bull Racing 19 5 10 1 10 256 Juara
2011 Formula Satu Red Bull Racing 19 11 15 3 17 392 Juara
2012 Formula Satu Red Bull Racing 20 5 6 6 10 281 Juara
2013 Formula Satu Infiniti Red Bull Racing 19 13 9 7 16 397 Juara
2014 Formula Satu Infiniti Red Bull Racing 19 0 0 2 4 167 Ke-5

Rekor pribadiSunting

Rekor Di capai pada
Pembalap yang mencetak poin terbanyak dalam satu musim 2011 (27 November, 392 poin)
Pembalap yang mencetak posisi start baris depan terbanyak dalam satu musim 2011 (26 November 2011, 18 kali start dari posisi 1 atau 2).
Peraih pole position terbanyak dalam satu musim 2011 (26 November 2011, 15 pole position)
Pembalap yang paling banyak memimpin dalam satu musim 2011 (27 November 2011, 739 lap yang dipimpin)
Pembalap yang paling banyak memenangi balapan dari pole dalam satu musim 2011 (30 October 2011, 9 kemenangan dari pole position)
Pembalap termuda yang berpartisipasi dalam kegiatan F1 resmi Turki 2006 (25 August 2006 dalam usia 19 tahun dan 53 hari)
Pembalap termuda yang mencetak waktu tercepat dalam sesi resmi balapan F1
Pembalap termuda yang meraih poin AS 2007 (17 Juni 2007 dalam usia 19 tahun dan 349 hari)
Pemimpin balapan termuda (minimal satu lap) Jepang 2007 (30 September 2007 dalam usia 20 tahun dan 89 hari)
Peraih pole position termuda Italia 2008 (13 September 2008 usia 21 tahun dan 72 hari)
Pembalap termuda yang meraih podium Italia 2008 (14 September 2008 dalam usia 21 tahun dan 73 hari)
Pembalap termuda yang memenangi balapan[69]
Pembalap termuda yang mencetak double
(pole position dan kemenangan)
Juara dunia termuda Musim 2010 (14 November 2010 dalam usia 23 tahun dan 135 hari)
Runner-up dunia termuda Musim 2009 (1 November 2009, dalam usia 22 tahun dan 121 hari)
Pembalap termuda yang mencetak triple
(pole position, kemenangan dan lap tercepat)
Inggris 2009 (usia 21 tahun dan 353 hari)
Pembalap termuda yang mencetak grand chelem
(pole position, menang, lap tercepat, memimpin tiap lap)
India 2011 (usia 24 tahun dan 119 hari)
Pembalap debutan tercepat yang menerima penalti AS 2007 (6 detik, melebihi kecepatan di pitlane)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s