Kenali Gejala dan Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas dan Overheating

Kenali 9 Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas 

  1. Cairan Radiator. Penyebab lainnya yang dapat mengakibatkan mobil menjadi panas adalah penggunaan cairan radiator yang tidak tepat. Jika anda menggunakan air biasa ataupun air sumur untuk mengisi radiator, tentu menyebabkan radiator menjadi kotor. Hal ini dikarenakan banyaknya logam serta mineral dan unsur-unsur lainnya yang dapat menyebabkan kerak pada elemen radiator. Lebih baik jika  menggunakan air radiator khusus (coolant) sebagai pengisis radiator mobilanda. Jika anda tetap menggunakan air biasa, maa setidaknya ganti air radiator secara rutin dalam waktu 5 minggu sekali. Jika terbiasa menggunakan air biasa lalu ingin menggunakan coolant, ada hal yang perlu anda perhatikan.Hal ini karena kerak yang terdapat di dalam radiator akan rontok bila terkena cairan coolant. Sehingga mnenyebabkan kinerja radiator tidak maksimal. Untuk itu, bersihkan terlebih dahulu radiator mobil anda sebelum menggantinya ke air radiator lainnya. 
  2. Sirkulasi Air Radiator Yang Kurang Lancar. Penyebab lainnya bisa berasal dari sirkulasi air radiator yang kurang lancar. Hal ini dikarenakan penggunaan air radiator yang terkadang tidak tepat. Sehingga menyebabkan terjadinya karat dan kotoran yang menempel di dalamnya. Kotoran-kotoran ini lah yang membuat sirkulasi air radiator menjadi tidak lancar. Sebagai solusinya tentu saja harus melakukan perawatan berkala pada radiator. Lakukan penggantian air pada radiator setiap 20.000 km. Jangan lupa untuk menggunakan cairan anti karat. Bila kondisinya sudah terlalu parah, anda bisa mengganti kisi-kisi pada radiator.
  3. Penggunaan cairan air radiator yang tidak tepat. Bila anda menggunakan air biasa atau air sumur sebagai cairan radiator maka tentu saja menyebabkan kondisi air radiator menjadi kotor. Hal ini dikarenakan ada banyak kandungan logam, mineral, dan unsur lainnya yang dapat menimbulkan kerak pada komponen radiator. Sehingga sebaiknya gunakan cairan yang memang khusus untuk radiator serta lakukan penggantian air radiator secara rutin lima minggu sekali
  4. Radiator dan selang bocor. Salah satu hal yang dapat menyebabkan mobil menjadi cepat panas ketika digunakan adalah kondisi radiator yang bocor. Untuk itu pastikan jika radiator dan selang radiator dalam kondisi yang baik dan tidak tersumbat. Jika radiator mobil anda mengalami kerusakan atau keanehan yang membuat mesin menjadi cepat panas, maka akan lebih baik jika anda membawa mobil ke bengkel spesialis radiator untuk menangani kerusakan pada komponen di dalam radiator. Jika kerusakan yang terjadi cukup parah, maka sebaiknya lakukan penggantian radiator untuk mencegah mobil menjadi cepat panas kembali. 
  5. Kualitas Oli Buruk. Oli yang anda gunakan juga menjadi salah satu penyebab mobil menjadi cepat panas. Oli yang memiliki kualitas rendah akan mudah menyebbakan overheating pada mesin dan dapat mengakibatkan mobil menjadi mati mendadak. Hal ini karena oli tersebut tak memiliki kemampuan untuk menahan panas yang berlebih. Karena tak mampu menahan panas ini lah yang akhirnya menyebabkan volume oli menjadi berkurang. Jika sudah seperti ini tentu saja kinerja mobil tidak maksimal dan tentunya membuat mesin mobil menjadi cepat rusak. Untuk itu, akan lebih baik jika anda menggunakan oli yang memang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi mesin. Pastikan pula untuk mengecek secara rutin kondisi mesin agar jangan sampai terjadi kebocoran oli. 
  6. Masalah pada Kipas . Penyebab lainnya yang sering terjadi adalah kondisi kipas radiator yang tidak bekerja dengan normal. Tentunya kinerja kipas yang tidak maksimal akan membuat sensor switching tidak dapat membaca tindakan. Misalnya saja yang seharusnya switching dapat menerima sensor yang dapat menyalakan kipas pendingin, namun karena sensor rusak maka tentu saja kipas pendingin juga tidak dapat berputar sebagaimana mestinya. Untuk periksa selalu kondisi kipas radiator anda, lakukan pengecekan serta bersihkan dari hal-hal yang menganggu seperti debu, kotoran, dan lainnya. (baca juga: Cara Mengemudi Mobil Matic)
  7. Kondisi Thermostat Rusak. Penyebab lainnya adalah kondisi thermostat yang rusak. Thermostat merupakan pengukur suhu yang ada di dalam mesin mobil. Jika kondisinya rusak, maka tentu saja akan membuat pengukuran temperatur menjadi tidak tepat, Untuk itu lakukan pengecekan berkala untuk mengetahui kondisi themostat anda dalam kondisi yang baik-baik saja.
  8. Kadar Oktan BBM Yang Tak Sesuai. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai tentunya akan membuat mesin mobil menjadi cepat panas. Hal ini dikarenakan kadar oktan bahan bakar yang tak sesuai dengan mobil sehingga mengakibatkan mobil knocking. Sehingga jika dibiarkan terus menerus akan membuat mobil menjadi cepat panas. Untuk mengatasinya tentu saja harus menggunakan BBM yang sesuai dengan spesifikasi mobil
  9. Kerusakan Pompa Air (Water Pump). Pompa air atau water pump merupakan komponen yang berfungsi memompa air yang ada di dalam mesin sehingga terjadi sirkulasi secara terus menerus. Kerusakan yang terjadi pada water pump tentu saja dapat menyebabkan terjadinya kebocoran yang nantinya dapat menyebabkan mesin mobil mengalami overheating. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan sehingga menyebabkan kondisi overheating tidak lagi terjadi pada mobil.

Gejala Mesin Mobil Overheating atau Panas Berlebihan

    • Saat mobil sedang dikendarai, akan terjadi ngelitik berkepanjangan terutama ketika melakukan perjalanan yang cukup jauh.
    • Tenaga mesin mobil menjadi berkurang ketika suhu mesin mobil sudah sangat panas.
    • Temperatur pada gauge menunjukkan jika suhu lebih tinggi dibandingkan dengan standar bahkan dapat mencapai garis merah. (baca juga: Cara Membersihkan Plafon Mobil)
    • Saat terjadi overheating, maka AC tiba-tiba dapat menjadi panas. Pada sebagian kendaraan yang dilengkapi dengan sistem safety load akan mengindikasikan ketika mesin mengalami overheating maka secara otomatis beban mesin kendaraan akan diputus ECU sehingga mesin dapat bekerja tanpa beban khususnya pada sistem pendingin.
    • Jika kondisi sudah parah, maka bisa jadi oli dapat bercampur dengan air sehingga membuat oli mobil berwarna kecoklatan. Ini artinya air masuk ke dalam ruang oli dikarenakan kebengkokan pada silinder head ataupun block silinder. (baca juga: Cara Merawat Mobil Bekas)
    • Terjadinya penurunan peforma pada mesin kendaraan. Meskipun bukan ciri-ciri utama namun patut dicurigai sebagai tanda jika mesin mobil mengalami overheating.

    1. Istirahatkan Mobil anda. Ketika mobil terasa overheating, maka sebaiknya jangan memaksakan mobil terus dikendarai karena hanya menyebabkan kerusakan saja. Bila lampu kontrol menyala, hal itu menandakan jika kondisi mobil mengalami overheating. Jika sudah seperti ini maka terjadi kerusakan pada komponen mobil anda dan jangan berusaha untuk melanjutkan perjalanan.
    2. Tepikan dan Matikan Mesin Mobil. Selanjutnya  bisa menepikan mobil anda dan kemudian mematikan mesin kendaraan. Setelah dirasa agak dingin buka penutup agar mesin bisa cepat dingin.
    3. Jangan Membuka Tutup Radiator Ketika Mesin Masih Panas. Jangan pernah membuka pentuup radiator ketika mesin masih dalam kondisi panas. Hal ini dikarenakan radiator berisikan air panas dengan tekanan yang tinggi, sehingga saat anda membukanya tentu saja akan terjadi semburan air panas yang mana dapat membahayakan anda. Sehingga tunggu mesin hingga dingin dan kemudian barulah anda buka penutup dari radiator.
    4. Cek Air Radiator. Setelah kondisi mesin dingin barulah anda boleh membuka penutup radiator, setelah itu pastikan ketersediaan dari air yang ada di dalamnya. Namun meskipun mesin sudah dingin setelah mengalami overheating, tetap saja anda harus hati-hati saat akan membuka penutupnya. Putar perlahan dan tunggu hingga anda mendengar desis udara yang berasal dari dalam radiator. 
    5. Tambahkan Air Radiator. Kemudian anda bisa menambahkan cairan radiator secara perlahan  jika memang dirasa air di dalamnya berkurang. Gunakan cairan yang memang khusus untuk digunakan pada radiator yaitu coolant. Namun jika di dalam kondisi darurat persediaan coolant tidak ada, anda bisa menggunakan air biasa.
    6. Cek Penyebab Dari Overheat. Setelah mobil mengalamo overheat, maka cobalah untuk mencari tahu penyebab lain mengapa mesin mobil mengalami overheating. Bila penyebabnya berasal dari kipas tambahan yang rusak, maka cobalah untuk memperbaikinya dengan cara memeriksa komponen relaynya. Bila penyebabnya berasal dari kebocoran pada pompa air, maka pastikan jika jumlah air yang keluar tidaklah terlalu banyak. Bila hal ini terjadi, mobil masih bisa direkomendasikan untuk berjalan hanya saja air radiator harus sesering mugnkin ditambah, dan lainnya.

    Sumber: kompas, wikihow dan berbagai sumber

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s