10 Mobil Paling Irit di Indonesia Saat Inj

10 Mobil Paling Irit di Indonesia Saat Ini

  1. Renault Duster (24 km/liter). Renault Duster dengan pengaturan suspensi khususnya dikenal sangat nyaman dengan bantingan yang begitu lembut. Selain itu konsumsi bahan bakar yang menembus lebih dari 20 km/liter untuk pemakaian mobil di luar kota, bahkan lebih baik dari mobil LCGC sekalipun. Faktanya juga tidak ada mobil sejenis di segmen low SUV yang mengadopsi penggerak 4×4. Kekurangan mobil adalah tidak adanya opsi transmisi otomatis dan material ruang kabin yang apa adanya sesuai banderol mobil sebagai SUV terjangkau. Memiliki reputasi sebagai SUV super irit, Renault Duster menggendong mesin diesel turbo berkapasitas 1.461cc. Mesin 4-silinder ini dapat memuntahkan sekitar 110 tenaga kuda pada 4.000 rpm. Cukup kecil memang untuk ukuran SUV, namun torsinya sangat besar mencapai 245 Nm pada 1.750 rpm. Duster 4×4 sempat didatangkan secara utuh dari India (CBU), namun generasi terkininya sudah menyandang status CKD, dirakit secara lokal di daerah Pulo Gadung, Jakarta.
  2. BMW 320d ( 23 km/liter). Sedan menengah mewah BMW 320d dibekali mesin diesel modern dengan teknologi terdepan khas BMW. Kecanggihannya dapat mendongkrak tenaga sembari meningkatkan efisiensi bahan bakar yang dikenal dengan istilah EfficientDynamics. BMW 320d dijejali mesin diesel 4-silinder 1.997cc berteknologi TwinPower Turbo. TwinPower Turbo memiliki filosofi memuntahkan performa luar biasa tanpa memangkas efisiensi bahan bakar. Konfigurasi mesinnya mampu memuntahkan 184 tenaga kuda dan torsi puncak 380 Nm dan dikawinkan dengan transmisi otomatis 8 percepatan.
  3. Honda Civic Turbo ( 22 km/liter). Honda Civic Turbo mengandalkan teknologi CVT dengan Earth Dreams Technology yang mengoptimalkan akselerasi dan pemakaian bahan bakar yang lebih efisien. Meskipun kapasitas silindernya kecil, namun akselerasinya tidak kalah dengan mobil berkapasitas mesin di atasnya. Meskipun terlihat seperti mobil dengan performa yahud, namun embel-embel turbo tidak serta merta membuat mobil ini jadi haus bahan bakar. Honda Civic Turbo justru tergolong irit dengan rataan konsumsi bahan bakar yang menembus 14 km/liter untuk pemakaian mobil di dalam kota, sementara untuk pemakaian mobil di luar kota bisa lebih dari 20 km/liter. Wow!
  4. Datsun GO Panca – GO+ Panca (22 km/liter). Mobil yang menyasar segmen entry level ini dibuat dengan ragam fitur sesuai kebutuhan first buyer, umumnya konsumen peralihan dari sepeda motor karena harganya yang relatif terjangkau, berkisar Rp 100 jutaan. Datsun memilih menyuntikkan mesin 1.200cc pada GO Panca dan GO+ Panca dengan basis produksi di Indonesia. Datsun juga merancang dapur pacu GO Panca dengan menggunakan teknologi ‘perfect circle bore machining’ demi performa dan efisiensi bahan bakar terbaik. Sebagai mobil Low Cost Green Car (LCGC), konsumsi BBM Datsun GO tentu impresif. Namun catatan yang bahkan lebih dari 20 km/liter bisa disebut merupakan salah satu yang terbaik di kelasnya.
  5. Honda Brio Satya ( 22 km/liter). Masuk ke dalam kategori LCGC (Low Cost Green Car), versi murah Brio ini memiliki catatan cukup impresif pada efisiensi bahan bakar. Untuk pengendaraan di dalam kota, konsumsi bahan bakar Brio sanggup mencapai 14 km/liter sementara untuk pemakaian jarak jauh ke luar kota dengan rute jalan tol dan kombinasi, torehan konsumsi bahan bakar Honda Brio Satya bisa mencapai 22 km/liter. Catatan tersebut adalah untuk Honda Brio Satya E CVT atau versi tertinggi Brio Satya. Sama seperti versi non-LCGC, mobil yang fisiknya sering disebut merupakan versi modern dari Honda Civic Wonder SB3 itu dijejali mesin 4 silinder segaris, SOHC, 16 katup, i-VTEC + DBW, dengan kapasitas silindernya 1.198 cc. Sistem asupan bahan bakarnya menggunakan PGM-FI, yang sanggup memuntahkan tenaga sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncaknya mencapai 109 Nm pada 4.500 rpm.
  6. Mitsubishi Mirage (21 km/liter). Sejak awal, Mirage memang di desain sebagai mobil mungil dengan harga yang terjangkau untuk dipasarkan di negara-negara berkembang. Selain itu, mobil mungil ini juga hadir sebagai jawaban untuk kendaraan-kendaraan ramah lingkungan dan efisien dalam konsumsi bahan bakar. Kelebihan mobil ini diantara rival sekelasnya memang dalam hal efisiensi bahan bakar, beberapa rekor penghematan bahan bakar pernah digenggam Mitsubishi Mirage. Performa Mitsubishi Mirage mobil juga sedikit mencerminkan ciri khas Mitsubishi sebagai sebuah kendaraan yang tangguh, meskipun mencangkok mesin yang relatif kecil.
  7. Nissan March ( 21 km/liter). Jika awalnya March hanya dibekali mesin berkapasitas 1.200cc, Nissan kemudian menghadirkan varian mesin yang lebih besar yakni 1.500cc pada versi terkini Nissan March. Memiliki reputasi sebagai city car/hatchback irit di Tanah Air, kapasitas mesin yang kini jauh lebih besar tidak membuat reputasinya tersebut hilang namun justru catatannya tetap impresif dengan menorehkan angka di atas 20 km/liter. March yang begitu terkenal di Jepang, juga mendapat reputasi oke di Indonesia meski sudah lama tidak mendapat generasi baru.
  8. Toyota Corolla Altis (18 km/liter). Sejak awal kehadirannya, Toyota Corolla memang diperuntukkan sebagai kendaraan untuk keluarga kecil dan kalangan menengah dengan ciri khas konsumsi bahan bakar yang efisien, termasuk pada model Corolla Altis. Namun seiring waktu, dengan banyaknya perubahan yang terjadi dan penambahan fitur-fitur modern, Corolla naik kelas di lini produk Toyota pada kasta yang lebih tinggi sementara posisi mobil ini sebelumnya sudah digantikan oleh Toyota Vios. Di 2014, Generasi ke-11 Toyota Corolla Altismeluncur dengan membawa mesin 2ZR-FE 1.800cc dual VVT-i dan transmisi super CVT. Proporsi yahud ini bukan hanya membuat Corolla Altis bertenaga, tetapi juga memberikan efisiensi bahan bakar yang terhitung luar biasa hingga 18 km/liter untuk pemakaian luar kota. Corolla Altis memang dirancang sebagai mobil yang tampilannya tak lekang oleh waktu. Oleh karena itu meskipun terhitung sebagai model abadi Toyota, tapi desainnya yang tak membosankan di setiap generasi baru membuat banyak orang masih banyak yang mengincar mobil bekasnya.
  9. Toyota Calya – Daihatsu Sigra (19 km/liter). Masuk dalam kategori LCGC (Low Cost Green Car) tentu membuat Calya-Sigra otomatis masuk dalam daftar mobil irit. Tetapi catatannya ternyata mampu melebihi sejumlah pesaingnya yang berada di kelas yang sama dengan catatan impresif hingga 19 km/liter. Catatan impresif itu diraih dengan menggunakan jenis bahan bakar yang baik minimal oktan 92 untuk menjaga performa mesin dan kendaraan secara keseluruhan. Ramah untuk kantong, Toyota Calya ternyata juga memberikan kenyamanan  saat berkendara. Selain suspensi yang tergolong empuk, tidak ada ciri limbung saat berkendara dalam kecepatan tinggi yang menjadi reputasi Toyota Avanza. Harus diakui bahwa impresi tarikannya agak sedikit kurang pada putaran bawah yang diwarnai munculnya suara gerungan yang bisa sedikit mengganggu. Namun melihat banderolnya yang sangat terjangkau dan efisiensi bbm di atas rata-rata, mobil ini sangat layak untuk dimiliki.
  10. KIA Picanto (19 km/liter). Kia Picanto memiliki karakteristik berkendara yang fun to drive, tapi juga tetap mengedepankan efisiensi BBM. KIA Picanto adalah salah satu yang terbaik di kelasnya untuk pengemudian perkotaan. Pengemudian mobilnya ringan dan mudah dengan dimensi bodi kecil yang cocok untuk menembus lalu lintas kota yang ramai. Mobil mungil asal Negeri Gingseng ini KIA memiliki fitur ECO Mode yang berfungsi membuat mesin mampu bekerja lebih efisien dalam mengkonsumsi BBM.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s