10 Tips dan Cara Perawatan Aki Motor

10 Tips dan Cara Perawatan Aki Motor

  1. Perhatikan Penggunaan Aksesoris Listrik Pada Motor. Usahakan untuk tidak menggunakan aksesoris yang berlebihan pada motor, terutama yang menggunakan energi listrik. Contohnya seperti menambah lampu-lampu lain sebagai hiasan, perangkat audio rakitan, atau mengubah tipe klakson motor melebihi batas yang dianjurkan. Hal ini justru akan membuat aki menjadi cepat soak dan berumur pendek.
  2. Jangan Menyalakan Starter Elektrik Secara Paksa Apabila Motor saat Susah Untuk Dinyalakan. Gunakan starter manual (engkol) sebagai gantinya. Starter elektrik yang menggunakan aki sebagai sumber dayanya sebenarnya dirancang selain untuk mempermudah proses menyalakan motor, juga digunakan pada keadaan darurat seperti motor mati mendadak di jalan raya.
  3. Nyalakan Motor Minimal 15 Menit Setiap Harinya. Pada bagian dalam aki terdapat 2 buah plat (masing-masing memiliki kutub negatif dan positif) yang berbahan dasar kalsium timbal (PbCa). Dengan bantuan kiprok (sejenis Diode Bridge) yang menyuplai arus listrik ke aki, plat ini akan bereaksi dengan cairan asam sulfat dan menghantarkan energi listrik menuju komponen-komponen kelistrikan lainnya. Seiring berjalannya waktu, sel-sel yang terdapat di dalam aki akan menjadi mati (kering). Maka untuk mencegahnya, Anda harus menyalakan (memanaskan) motor minimal 15 menit setiap harinya. Selalu gunakan starter manual untuk menyalakan motor dan jangan pernah memaksakan penggunaan starter elektrik apabila motor Anda susah dinyalakan.
  4. Pada Saat Hendak Mematikan Motor, Usahakan Agar Komponen Kelistrikan Lainnya Seperti Head Lamp & Lampu Sign Dalam Kondisi Mati. Hal ini bertujuan agar pada saat motor akan dinyalakan kembali, konsumsi aki yang dibutuhkan (beban aki) tidak terlalu besar. Dengan penggunaan komponen kelistrikan motor secara bersama-sama pada saat motor dinyalakan hanya akan mengganggu kestabilan tegangan listrik pada motor.
  5. Selalu periksa Ketinggian Cairan Yang Terdapat Di Dalam Aki. Usahakan agar tidak melebihi batas atas dan bawah yang tertera. Jika sudah mendekati batas bawah, segera tambahkan cairan H2O (air suling) ke dalam aki hingga hampir menyentuh batas atas. Meskipun cairan yang berada di dalam aki berupa asam sulfat (H2SO4), namun selalu gunakan H2O (air suling) untuk proses pengisian ulang aki untuk menjaga derajat keasaman (pH) cairan dalam aki.
  6. Periksa Kondisi Kedua Terminal Aki. Kencangkan baut pada bagian sambungan terminal dan pastikan tidak ada kebocoran pada bagian sambungan atau katup terminal aki. Kebocoran aki akan sangat berbahaya bagi motor dan keselamatan Anda, terutama sifat cairan asam sulfat (H2SO4) yang dapat mengikis logam (korosi) dan mudah terbakar. Selain itu, adanya kelonggaran pada bagian sambungan aki akan menyebabkan timbulnya kerak putih yang dapat menghambat proses aliran listrik menuju aki. Apabila pada saat diperiksa ternyata sudah terdapat kerak putih, segera basuh dengan air panas dan gunakan sikat kawat untuk membersihkannya. Dapat juga menggunakan bantuan cairan WD40 untuk mengatasi kerak yang susah dibersihkan secara manual.
  7. Periksa Kondisi Kiprok Yang Mengalirkan Arus Listrik Menuju Aki. Komponen ini bertugas sebagai regulator untuk menyuplai listrik ke dalam aki terutama pada tahap pengisian. Jika terdapat indikasi seperti lampu motor yang redup atau menyala dengan tidak stabil, ada kemungkinan salah satu penyebabnya terletak pada kiprok yang mulai rusak dan harus segera diganti.
  8. Periksa Apabila Ada Kebocoran Pada Bagian Badan Aki. Jika memang terjadi kebocoran, segera tukarkan aki lama Anda dengan aki baru. Selain mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan karena aki mengandung bahan yang beracun dan mudah meledak.
  9. Cek ketinggian air aki. Secara berkala, dianjurkan 1 bulan sekali, cek ketinggian air aki motor Anda. Sifat aki / accu atau baterai sebagai penghasil daya listrik yang berbahaya dan mudah terbakar membuat pabrikan motor menyimpannya di tempat yang aman, karena letaknya yang tersembunyi itulah kadang membuat kita malas mengeceknya. Supaya awet dan sel-sel tidak mengering pastikan agar air aki tidak sampai kehabisan dan selalu pada level yang telah ditentukan. Jika terpaksa harus mengisi ulang selalu gunakan air aki yang terpercaya.
  10. Membersihkan kutub + dan – dari kerak. Terkadang di musim hujan seperti saat ini aki menjadi lembab, sifat air hujan yang mengandung asam seringkali menimbulkan korosi kerak berwarna putih atau hijau muda pada kutub-kutub tersebut. Kerak-kerak tersebut dapat mempengaruhi proses penyaluran arus listrik dari aki ke motor Anda. Solusinya mudah, lepas aki dari dudukannya kemudian bersihkan dengan sikat besi atau menggunakan cairan WD40 lalu keringkan dan kecangkan kembali baut-bautnya. Baut yang tidak kencang akan membuat arus listrik menjadi tidak stabil dan dapat menimbulkan percikan api yang dapat membahayakan motor jika bersentuhan dengan bensin.

Sumber: honda dan sumbef lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s