wp-1507819075481..jpg8 Kebiasaan Mengemudi yang Baik dan buruk  Pada Mobil Manual

8 Kebiasan mengemudi Yang Buruk

  1. Kaki selalu standby pada pedal kopling. Meski dianggap hanya sekedar menempel saja, tapi ini bisa menyebabkan kopling cepat aus. Jadi sebaiknya kaki diistirahatkan dari pedal kopling, ketika mobil lagi melaju.
  2. Tidak dalam posisi transmisi netral, dan kaki masih menginjak kopling saat lampu merah. Karena dengan menahan kopling terlalu lama, dapat membuat otot pegal. Sarannya tentu manfaatkan rem tangan ketika berhenti. Begitu juga ketika berhenti di tanjakan, hindari teknik setengah kopling.
  3. Injak gas pada saat kendaraan akan mulai dijalankan. Sebenarnya cukup dengan memainkan kopling terutama pada jalanan rata, mobil sudah bisa bergerak, baru tambahkan gas sedikit. Kekurangannya adalah, pada mobil bensin bisa lebih boros.
  4. Manfaatkan teknik engine brake dan tidak hanya mengandalkan fungsi rem. Dengan memanfaatkan engine brake, maka beban rem jadi berkurang, sehingga bisa memperpanjang umur pakai rem dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
  5. Injak pedal kopling tidak sampai penuh ketika melakukan perpindahan gigi, yang dapat menyebabkan dog clutch cepat rusak.
  6. Tidak menyesuaikan kecepatan dengan gigi, hal ini dapat menyebabkan boros dan mobil kehilangan tenaga, atau sederhananya menggunakan gigi tinggi di kecepatan rendah atau malas mengganti posisi gigi transmisi.
  7. Mengganti gigi transmisi di putaran mesin yang tinggi (di atas 2.500 rpm). Perilaku ini bisa menyebabkan bahan bakar bisa terbuang sia-sia.
  8. Bila ingin mengerem mobil, jangan menginjak kopling saat mobil pada kecepatan tertentu seperti 30 km per jam, karena mobil akan lebih meluncur ke depan. Hal ini terjadi karena mobil yang sedang berjalan memiliki daya dorong yang cukup besar, tetapi lajunya mobil masih dikendalikan oleh putaran mesin (engine brake). Saat menginjak kopling, mobil justru meluncur karena tidak ada penahan, luncuran ini (putaran roda) lebih cepat dari putaran mesin. Oleh karena itu Anda harus mengurangi gas dan melakukan rem terlebih dahulu, sampai mobil berjalan pelan baru kemudian menginjak kopling. Ini berlaku sama jika  menuruni tanjakan. Mobil akan lebih meluncur lagi karena ditambah gaya grafitasi. Jadi Anda harus lebih hati-hati, jangan pernah menginjak kopling saat menuruni tanjakan, gunakan saja rem. Kecuali akan berhenti di posisi turunan, kopling boleh diinjak saat mobil sudah mau berhenti dan tetap siaga dengan rem kaki dan rem tangan sampai mobil benar-benar berhenti.

wp-1507748531976..jpg

8 CARA TERBAIK MENGEMUDI MOBIL MANUAL

  1. Kunci utama dari fungsi kopling adalah menjaga keseimbangan antara putaran mesin dan putaran roda, itulah sebabnya pergantian dari gigi 1 ke 2 dan seterusnya akan semakin mudah karena roda sudah berputar mengikuti putaran mesin sehingga mengangkat kopling sedikit lebih cepat tidak akan mematikan mesin. Berbeda dengan dari netral ke gigi 1 (saat akan memulai jalan) dimana posisi roda diam sedangkan mesin sudah berputar, maka sangat dibutuhkan mengangkat kopling dengan perlahan sampai roda berputar dengan putaran yang cukup untuk mengimbangi putaran mesin.
  2. Memulai menjalankan mobil:
  • Injak kopling penuh
  • Pindahkan perseneling ke gigi 1
  • Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas
  • Angkat kopling perlahan sampai mobil mulai bergerak
  • Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
  • Tambah kecepatan mobil dengan menginjak gas perlahan
  • Selanjutnya tidak perlu lagi kopling kecuali akan berpindah ke gigi lain

Berpindah ke gigi 2 saat mobil berjalan:

  • Perhatikan indikator RPM mesin
  • Jika sudah melewati angka 2 (berarti sudah melebihi 2000 putaran per menit) maka sudah cukup untuk berganti ke gigi 2
  • Angkat gas penuh agar putaran mesin kembali turun
  • Setelah itu langsung injak kopling penuh
  • Pindahkan perseneling ke gigi 2
  • Angkat kopling perlahan hingga setengahnya
  • Injak gas perlahan sambil mengangkat kopling hingga terangkat penuh

Merayap di jalanan macet dengan kondisi jalan datar:

  • Gunakan gigi 1 setiap jalanan macet
  • Tidak perlu digas, hanya dengan mengangkat kopling mobil sudah dapat berjalan merayap, perlu diingat mengangkat kopling hingga penuh sebenarnya masih terlalu cepat untuk jalanan yang sangat macet, jadi terkadang Anda hanya cukup mengangkat kopling setengah atau lebih sedikit untuk menimbangi begitu pelannya jalan saat sedang macet parah.
  • Jika sebentar-sebentar berhenti dan sebentar-sebentar jalan, biarkan tetap di gigi 1, cukup injak kopling penuh saat berhenti

Kondisi awal berhenti, lalu mulai jalan lagi:

  • Injak kopling penuh, pindahkan ke gigi 1 jika sebelumnya netral
  • Angkat kopling perlahan dan tahan, biasanya jalan macet hanya membutuhkan setengah kopling atau kurang. Jika Anda teruskan mengangkat kopling penuh, mobil berjalan terlalu cepat.

Jika ingin menghentikan mobil yang berjalan merayap:

  • Injak kopling perlahan, tidak perlu sampai penuh, mobil akan berhenti dengan sendirinya
  • Jadi pada jalanan macet parah, kita hanya memainkan kopling atau setengah kopling saja, sesekali dibutuhkan rem jika kendaraan di depan mendadak berhenti. Teknik mengerem akan dijelaskan kemudian.

Kondisi awal berjalan dengan perseneling 3, kemudian di depan akan berhenti di perempatan/lampu merah:

  • Kurangi kecepatan dengan mengangkat gas perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah cukup dekat angkat gas sampai penuh
  • Mobil akan berkurang kecepatannya, tapi harus tetap di rem. Injak rem perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah semakin dekat, injak rem agak dalam tapi jangan sampai penuh.
  • Perhatikan lajunya kendaraan, jika sudah hampir pelan, Anda harus menginjak kopling, dan tetap teruskan pengereman hingga mobil berhenti secara perlahan
  • Jika ingin terus berhenti pindahkan ke perseneling netral
  • Jika ingin berjalan pelan mendekati posisi tertentu di depan (misal merapat ke antrian di perempatan, atau perlahan mendekati persimpangan) pindahkan ke gigi 1

sumber: kompas dan berbaga sumber lainnya

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s